SUPPORT SYSTEM IBU: SUAMI DAN ALLOH

Besok ini, 16 Maret 2026 bayiku usianya tepat tiga bulan.

Iya! ALHAMDULILLAH KENCENG untuk keselamatan kami. Aku, anakku, dan suamiku. Terakhir kali menulis di blog adalah saat aku sedang khawatir atas keselamatanku juga bayi yang aku kandung.

Setiap kali ingat blog, jujur di kepalaku yang mau aku tulis ya seputar mempunyai anak. Hehehe. Aku sudah mengerti kenapa seorang perempuan atau istri memang bisa sangat berubah ketika sudah melahirkan, menjadi ibu, di luar faktor hormon yang sejak hamil memang kami para perempuan dapat fitroh untuk merasakan berbagai perubahan fisik, perasaan, dan semuanya... Semua terasa ajaib. Aku jadi diri paling religius sepanjang hidupku walau kelar solat jarang bisa dzikir dan berdoa kalau sudah keburu bayiku bangun menangis atau aku sudah sangat lapar tapi punya waktu untuk solat dan makan hanya seuprit. Religius... Setiap nafasku, kataku, semua nggak ada celah untuk lupa sama Alloh, karena setiap saat juga aku mikirin bayiku, ini kenapa, semoga ini semoga itu, ada yang salah nggak, ya. Semua pertanyaan dan doa itu jelas aku utarakan ke Alloh setiap saat setiap waktu. Merasa nggak nyaman atau sulit sedikit, aku secara natural membaca solawat. Hanya itu yang bisa bikin aku tenang selain peluk suami. Semua perlakuanku ke bayiku selalu ku awali dengan bismillah. Sebagai orang tua baru, serba hati-hati, natural banget akan selalu baca bismillah. Takut, dan minta bantuan Alloh. 

Akhir-akhir ini aku beberapa kali mengunggah foto di media sosial Instagram untuk menceritakan seputar bayiku. Aku sadar, seolah aku ingin seluruh dunia tahu bahwa untuk ada di titik ini aku melalui perjalanan yang luar biasa. Banyak ibu di dunia ini. Banyak yang harus mengalami kondisi jauh lebih sulit dari pada yang aku lalui, tapi percayalah, setiap ibu akan tetap merasakan keluarbiasaannya untuk ada di titik itu. Aku jadi ngerti kenapa dulu temanku bilang gitu, kenapa dia posting gitu, kenapa ibuku gitu. Emang mejik jadi ibu, tu. Di usia 32 tahunku melahirkan, bersama suami brondongku 29 tahun. Suami yang dalam diamnya dia melakukan banyak hal untuk agar semuanya berjalan dengan baik. Sematang persiapan sebagai orang tua baru, ya ternyata nggak bisa. Banyak gedebag gedebugnya.

Aduh, saking banyak yang mau ditulis, nggak jelas ya tulisanku ini.

Sampai ketemu di tulisan berikutnya aja kali, ya! hehehe

Komentar

Banyak dibaca